Koefisien Korelasi

Analisis regresi bertujuan menduga persamaan regresi. Sementara dalam analisis korelasi meliputi dua aspek. Pertama, mengukur kesesuaian garis regresi terhadap data sampel atau disebut koefisien determinasi dan kedua, mengukur keeratan hubungan antar varaibel atau disebut korelasi.


Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi linier sederhana (r) adalah akar dari koefisien determinasi linier sederhana (r2).



nilai r terletak antara -1 dan +1.

Bila Y cenderung naik seiring dengan kenaikan X, maka garis regresi memiliki kemiringan positif (b>0) dan r akan bernilai positif, dalam hal ini dikatakan terdapat korelasi positif atau langsung. Bila Y cenderung turun seiring dengan kenaikan X maka garis regresi memiliki kemiringan negatif (b<0) dan r akan bernilai negatif. Dalam hal ini dikatakan terdapat kkorelasi negatif atau terbalik. Jika semua titik-titik observasi tepat di atas garis regresi maka r akan bernilai +1 atau -1, dalam hal ini dikatakan terdapat korelasi sempurna. Jika garis regresi horisontal (b=0) maka r2=0 dan r=0, dikatakan tak ada korelasi antar variabel Y dan X.

Misalkan, suatu sampel random sebanyak 10 keluarga bertujuan untuk melihat hubungan antara pengeluaran konsumsi (Y) dengan pendapatan keluarga (Xi). Hasil pengamatan itu dapat dilihat pada tabel di bawah ini.



Kelompok (Y)
Pendapatan (X)
XY
70
65
90
95
110
115
120
140
155
150
80
100
120
140
160
180
200
220
240
260
5600
6500
10800
13300
17600
20700
24000
30800
37200
39000
6400
10000
14400
19600
25600
32400
40000
48400
57600
67600
4900
4225
8100
9025
12100
13225
14400
19600
24025
22500
= 1110
= 1700
= 205500
= 322000
= 132100
sumber: Mulyono, Sri. Statistika Untuk Ekonomi. Edisi kedua. LPFEUI. 2003.

Jawab:



r = 0,9808


SPSS

AMOS

LISREL

SmartPLS